Kali ini gua mau ngomongin masalah mimpi bro.
Mimpi... Mimpi... Dan mimpi. Kadang gua rada BT juga denger
orang-orang ngomong, "Jangan mimpi." Menurut gua itu salah besar,
karna seseorang gak bakalan bisa maju tanpa diawali sebuah mimpi.
bahagialah orang yang mempunyai mimpi, karna mimpi-mimpi itu akan
membuat kita berusaha untuk mewujudkannya. Akan membuat kita hadapi
segala rintangan untuk menggapainya.
Tunggu dulu... Gua bilang mimpi itu perlu, bukan berarti kita cuma
bermimpi. Gua pengennya tiap orang mempunyai mimpi, tapi gua gak
nganjurin seseorang jadi pemimpi.
Nah disini perlu gua tekankan bahwa orang yang mempunyai mimpi itu
berbeda dengan seorang pemimpi. Seperti udah gua bilang, orang yang
bermimpi akan berusaha untuk mewujudkan mimpinya. Lain dengan seorang
pemimpi. Seorang pemimpi tak ada bedanya dengan penghayal. Dia cuma
akan larut oleh mimpi-mimpinya. Tanpa punya niat untuk mewujudkan
mimpi itu.
Pernah gak kebayang, kalo sekarang kita tinggal di dahan-dahan
pohon? Pernah gak kepikiran kalo tubuh kita cuma ditutupi beberapa
lembar daun? Pernah gak kebayang kalo mau nyebrang dari pulau Jawa ke
pulau Sumatera kita cuma pake rakit dari bambu? Wuich... Alangkah
sembrawutnya hidup ini kalau keadaan kita demikian.
Untung beberapa orang sebelum kita mempunyai mimpi, sehingga
sekarang kita tak perlu tinggal di dahan pohon karna mimpi mereka
menciptakan rumah telah terwujud. Kita tak perlu malu karna tubuh kita
telah ditutupi kain yang dulu mereka mimpikan. Kita tak perlu menunggu
berbulan-bulan di tengah lautan untuk menyebrang dari pulau Jawa ke
Sumatera karna mimpi mereka untuk membuat kapal dan pesawat telah
kesampaian.
Sekarang gua mau tanya, "Apa masih pantas kita ngomong `jangan
mimpi?`" Kalau sebuah mimpi membuat hidup kita jauh lebih baik, kenapa
enggak?.
Siapa sih yang pernah nyangka umat manusia bisa plesiran ke bulan
kalau bukan gara-gara mimpi seseorang? Siapa sih yang pernah bayangin
bisa ngomong jarak jauh dengan leluasa cuma dengan peralatan berbentuk
kotak yang dinamakan handphone kalau bukan karna mimpi seseorang? Jadi
menurut gua kata-kata "jangan mimpi" mending diubah menjadi "jangan
jadi pemimpi".
Karna kata-kata jangan jadi pemimpi cocok dengan kehidupan kita
sehari-hari. Berapa banyak dari kita yang cuma jadi pemimpi tanpa ada
usaha untuk mewujudkannya? Memang sepintas bermimpi dan pemimpi hampir
memiliki arti yang sama. Tapi kalau kita selami lebih dalam, kedua
kata itu mempunyai makna yang jauh berbeda.
Nah, sekarang gua mau tanya.. Apa masih pantas kita ngucapin
kata-kata jangan mimpi sama orang lain? Karna dengan melarang mereka
bermimpi, sama halnya dengan kita melarang mereka untuk hidup
sempurna. Kalo gua, bakalan nganjurin tiap orang untuk bermimpi.
"Silahkan mimpi dan berusahalah untuk mewujudkannya"
by: Edo/CIKALASA

No comments:
Post a Comment