kosong

Orang bilang sih "hidup ini kayak roda" berputar, kadang diatas kadang di bawah. Nah gitu juga hidup gue.. Muteee....r terus. Sampai pusing pokoknya. Sialnya lagi pas giliran gue dibawah, eh ne roda kok malah di rem?

Ngek...!!!
Kejepit deh gue, lidah terjulur mata melotot (kayak dikomik neraka itu lho). Naa...h!! Sebetulnya dalam cuap-cuap kale ini, gue pengen sedikit lebih kritis mengenai kata-kata "HIDUP SEPERTI RODA" kadang di atas kadang dibawah.

Sengaja untuk beberapa tulisan gue eh maksudnya kami untuk sementara waktu kedepan tidak membahas masalah politik dulu. Karna terus terang masalah politik sangat membingungkan bagi kami. Khususnya gue yang memang agak lemot untuk masalah politik. (kok jauh amat ya larinya?)

Sori-sori.. Agak melenceng dari topik kita. Nah, sekarang kita lanjutin lagi masalah roda. Kalau roda itu pas berenti, berarti yang diatas enak sedangkan yang dibawah otomatis kegencet. Pokoknya kan gitu rumusnya? Weh kok ribet amat ya?

Naa..h kalo roda itu muter lagi, baru kehidupan berjalan normal. Gitu kan?. Nah ngomongin roda so pasti ngomongin putarannya. Sedangkan tiap putaran pasti mempunyai titik tengah. Dan yang pengen gue tekanin disini adalah titik tengah dari putaran tersebut.
Seberapa cepat pun suatu putaran yang namanya titik tengah akan tetep aja diam pada tempatnya. Jadi titik tengah ini bisa dibilang titik mati. (ngarti gak? Kalo gue terus terang aja gak ngarti)

Seandainya seseorang sempat terdampar pada titik ini, maka kehidupanpun nggak akan berjalan secara wajar. Ibaratnya ne orang bakalan ngerasa ada yang kurang pada dirinya tanpa tahu entah apa yang kurang itu.
Seandainya kekurangan itu merupakan sebuah lobang, maka akan sulit untuk menambalnya. Karna pada saat berada pada titik mati ini yang bersangkutan gak akan pernah menyadari. (pokoknya bahaya sekali)

Pada posisi ini biasanya jiwa sang pelaku benar-benar dalam keadaan labil. Bukannya gak pengen beranjak, tapi memang sangat susah untuk keluar dari pusat putaran ini.

Menurut penelitian beberapa pakar yang samasekali gue gak ingat namanya, seseorang biasanya akan terdampar pada titik ini dikarenakan oleh banyak faktor yang rata-rata berkaitan dengan kejiwaan.
Misalnya saja obsesi yang terlalu tinggi, cita-cita yang nggak kesampaian, merasa dikhianati, dan berbagai faktor lainnya (putus cinta juga bisa kayaknya). Pada saat ini biasanya seseorang boleh dikatakan nggak berperasaan sama sekali.

Mereka nggak akan ngerasa gembira, nggak akan bahagia, bahkan sedih pun enggak. Ibarat kata lirik lagu ari laso "HAMPA TERASA". Nah kalo dah sampai pada titik ini sebaiknya kudu ati-ati. Jadi menurut gue pribadi sebaiknya usahakan jangan sampai mendekati titik ini, ya walaupun nggak di pinggir putaran usahakan jangan terlalu masuk ketengah.

Untuk sebagian orang mungkin bisa keluar dari titik ini dengan refresing, santai sejenak, atau ada juga yang lebih mendekatkan diri pada agama. (kalo gue kan main golf). Itu terserah kepada pribadi masing-masing. Yang pasti mereka harus mulai memperhatikan hal-hal kecil yang mungkin bisa saja dibuat hiburan.

Okey.. Sekian dulu banyolan gue kali ini, dan selamat berpusing ria karna terus-terang tulisan ini buat sebagian orang mungkin membingungkan. Buat sebagian orang mungkin membosankan. Dan buat sebagian orang mungkin dianggap tulisan tanpa makna. Yang pasti buat sebagian orang akan sangat bermanfaat.

by:cikalasa Add to Technorati Faforites

4 comments:

Anonymous said...

Setuju.. Giliran kita kegencet ampe gepeng2 tu roda dah ga muter

Anonymous said...

Yang sabar bos ya..

Anonymous said...

An important item to bring along to your camping outdoors trip is Ziploc luggage. It is possible to separate items in your items like sun screen lotion and bug apply in case they pierce they do not get all over your products. You may also utilize them to hold things like fits and cell phones dried up when it down pours. [url=http://www.x21w12w21.info]Matgjjmony[/url]

Anonymous said...

Join nearby charity pushes to get your company's label over to the masses. Firms may bring more than-scaled assessments, pledge a number of 1000 dollars, and have enormous press coverage for his or her enterprise. Men and women discover charity firms. Spidfdbs4ny