Cinta kepada Allah adalah cinta diatas cinta segala-segalanya. Dan
siapa yang mendahulukan cinta selain daripadaNya maka sebenarnya
hatinya telah sakit, jiwanya telah kosong, pikirannya tidak sehat
dengan pemahaman yang benar.
Pernahkah anda berpikir? siapakah yang menciptakan anda dan semua
makhluk ? Siapa yang memberi rezki anda dan semua makhluk ? Mau
kemanakah setelah kematian anda dan semua makhluk ? Pernah jugakah
anda berpikir ? Dapatkah anda lari dari pengawasan Sang Maha Pencipta
Alam Raya ini ?
Pernahkah hati kecil anda didustai oleh kebenaran dan oleh Allah ?
Jika hati anda sendiri tidak berdusta, maka kebenaran yang datang dari
Sang Maha Pencipta senantiasa bercokol dilubuk hati anda. Hal ini
menunjukkan bahwa secara fitrah manusia telah mencintai Allah, Rabb
Semesta Alam. Hanya karena godaan dan hawa nafsunya maka rasa cinta
pertama itu tergeser.
Sebaliknya pernahkah anda didustai oleh atau dikecewakan oleh
kebanyakan manusia ? Anda tidak perlu bohong. Banyak manusia
menyatakan cinta tetapi berdusta. Mengapa anda meletakkan cinta kepada
manusia pada urutan pertama dan secara berlebihan, sedangkan mereka
belum tentu memberikan cinta sejati kepada anda.
Allah telah benar-benar memberikan cinta dan kasih sayang kepada
semua hamba-Nya. Mengapa kita mesti mendustakan atau memposisikan-Nya
pada urutan-urutan terakhir ? Tidak terbalikkah ini ? Semoga cinta
kita tidak terbolak-balik seperti ini dan ditempatkan pada posisi yang
benar.
Sebab-sebab Tumbuhnya cinta
Segala sesuatu muncul atau terjadi pada makhluk ini didahului dengan
sebab-sebab. Hal demikian merupakan sunnahtullah atau hukum yang
berlaku pada alam ini atas kehendak Allah.
" Dan Kami datangkan akan dia dari tiap-tiap sesuatu ada sebab.
Maka ia ikuti sebab itu. ( Q.S Al-Kahfi (18) : 84-85 ) "
Demikian pula halnya dengan cinta. Cinta kepada seseorang itu tidak
akan datang kepada seseorang kecuali dengan sebab. Berikut ini
merupakan sebagian diantara sebab tumbuhnya cinta kepada Allah.
Mengenal-Nya dengan Benar
Allah SWT adalah Dzat yang Maha Agung, lagi Mulia. Allah melihat
setiap hamba-Nya, tetapi ia tidak dilihat oleh mata manusia. Ia
mendengarkan setiap perkataaan manusia, bahkan yang tersembunyi
didalam hati ini.
Allah dengan sifat rahman-Nya ( Penyayang ) telah memberikan
karunia yang besar kepada seluruh manusia, meski manusia itu ingkar.
Tak ada manusia yang hidup kecuali diberi-Nya rizki.
Janganlah berpikir tentang Dzat Allah, tetapi berpikirlah tentang
ciptaan Allah, maka kita akan mengenal-Nya. Jangan sesekali bertanya
" seperti apakah atau siapakah Allah?"
Jika ingin mengetahui dzat Allah maka mustahil akan kita dapatkan,
karena Allah memang berbeda dengan segala makhluk.
"(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis
kamu sendiri pasang-pasangan dan dari jenis binatang ternak
pasang-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan
jalan itu. Tidak ada satupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah Yang
Maha Mendengar Lagi Maha Melihat"
(Q.S Asy-Syuro (42) : 11 )
Membaca dan memahami surat-surat-Nya
Sudah biasa,seseorang mencintai seseorang dengan membaca banyak
surat-suratnya dan dengan begitu terus bertambah cintanya. Mengapa
kita belum termotivasi dengan kebiasaan seperti ini ? Mengapa
kecintaan kita kepada Allah tidak kita tumbuhkan dengan banyak membaca
surat-surat-Nya dalam Al-qur'an.
Al-qur'an bukanlah surat-surat biasa, bukan pula kitab biasa. Ia
adalah Kalam Allah yang berisi banyak hikmah dan manfaat bagi hidup
manusia.
"Bulan Ramadhan, bulan yang didalamnya diturunkan (permulaan)
Al-qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan
mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)."
(QS. Al-baqarah (2) : 185)
"Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu (Al-qur'an) sebagai
pelajaran dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam
dada dan petunjuk serta Rahmat bagi orang-orang yang beriman."
(QS.Yunus (10) : 57)
"Alif Lam Raa, inilah suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan
rapi serta dijelaskan secara terperinci yang diturunkan dari sisi
(Allah) yang Maha Bijaksana Lagi Maha Mengetahui ."
(QS. Huud (11) : 1)
Luar biasa, tidak ada satupun kitab yang bisa dikarang oleh manusia
dimuka bumi ini yang memiliki manfaat yang begitu besar bagi kehidupan
manusia. Tidak juga akan menemukan sebuah kitab dengan isi yang begitu
lengkap membahas seluruh aspek kehidupan manusia, dengan tidak
meninggalkan satu aspekpun.
Jika dilihat dari segi keindahan bahasanya, Al-qur'an merupakan seni
sastra yang tiada akan tertandingi keunggulannya, meski telah berusia
15 abad. Adakah kitab dalam tempo 15 abad dengan tetap eksis dan segar
dengan kekayaan bahasa yang mampu menggugah hati yang tidur dan
terlena? Perhatikan pengakuan para orientalis dan sastrawan
mancanegara berikut.
"Bagi siapa saja yang mengenal Al-qur'an dalam Bahasa Arabnya
sepakat akan memuji keindahan kitab suci ini, keagungan bentuknya
sangat mengagumkan sehingga tidak ada terjemahan dalam Bahasa Eropa
apa saja, yang memungkinkan kita menghargainya." (E.Montet, Sarjana
perancis ahli sastra, dikutib dalam Pengantar studi Islam, Drs.
Syafaat).
"Betapun seringnya kita berhadapan dengan Al-qur'an, mula-mula kita
akan merasa muak,kemudian tertarik dan merasa kagum, lalu pada
akhirnya memaksa kita mengagungkannya. Gaya bahasanya yang sesuai
dengan isi dan tujuannya, tegas, agung, mengerikan, dan sungguh mulia.
Jadi kitab ini akan tetap memberikan pengaruh yang sangat ampuh untuk
berabad-abad lamanya, malah abadi sampai akhir zaman." (Guthe, dikutip
dalam T.B Hugges Dictionary Of Islam, hal. 526).
"Didalam Al-qur'an kita membaca antara lain ramalan-ramalan tentang
kejadian yang akan datang dan hubungannya dengan kejadian-kejadian
yang telah lewat berabad-abad yang silam atau yang tidak dikenal
banyaknya orang. Disamping itu gambaran tentang bermacam-macam ilmu
pengetahuan, agama, maupun kenabian. Pendeknya kita dapati tumpukan
kebijaksanaan yang hanya dapat diraih oleh manusia yang berotak sangat
cerdik, para filosof berkaliber paling besar dan politisi yang
pandai... terjadi disamping itu pula ada bukti lain tentang
keorisinilannya, ialah dapat diterima sepanjang masa. Dan oleh karena
itulah kehendak Tuhan akan tetap ada sepanjang umur dunia... Bacalah
buku ini maka tidak akan menimbulkan kebosanan, bahkan dengan
mengulang-ulangnya membaca akan bertambah cinta. Ia akan memberikan
perasaan hormat dan wibawa yang mendalam. " (Laura Ceceia Vaglieri,
Sarjana Italia dikutip dalam Qur'an Pedoman Hidup, Materi Mentoring
Kharisma Bandung, hal.
18 )
Petanyaan nya, pernahkah kita yang beragama islam ini takjub dengan
Al-qur'an karena membaca, lalu mengagungkannya dan mencintai yang
Berfirman? Maka dari itu tumbuhkanlah rasa cinta kita kepada Allah SWT
. Maka akan tenanglah jiwa kita, akan damailah hidup kita, akan
terbimbinglah perjalanan hidup kita. Sehingga cinta kita kepada Allah
akan berbuah lebat dan bukan seperti bertepuk sebelah tangan.
Mengingat dan mendekati-Nya
Seseorang yang telah kita kenal dengan segala kebaikannya, jika
tidak selalu kita ingat dan tidak kita dekati, maka sulit rasanya akan
menumbuhkan rasa cinta yang mendalam. Jika kita telah mengenal Allah
dengan kekuasaan dan keagungan-Nya, maka hendaklah senantiasa kita
ingat. Kita dekatkan hati kita kepada-Nya, kita akan merasakan semakin
cinta kepadaNya.
Dzikir (ingat) kepada Allah dilakukan dengan hati dan lisan. Dzikir
dengan hati yaitu menghadirkan kebesaran Allah dan keagungan Allah
dalam diri dan jiwa kita secara terus menerus sehingga mendarah
daging. Setiap perasaan dan hati tidak terlepas dari mengingat Allah
jika hendak melakukan sesuatu.
'"Dan igatlah kepada Rabb mu sebanyak-banyaknya serta bertasbihlah
diwaktu petang dan pagi hari." (QS. Ali-Imran (3) : 41)
Sudahkah alunan dzikir dihati dan lisan kita mengantar hati ini
semakin cinta dan dekat kepada Allah ? Terus menerus melakukannya akan
menambah semakin cinta dan dekat kita kepada Allah. Dan rasakan
indahnya bercinta kepada Allah dan selalu dekat dengan-Nya.
oleh : Dewi Astati

No comments:
Post a Comment