VALENTINE'S DAY (VD)

Kalo udah masuk bulan febuari, temanya pasti nggak jauh dari cinta dan valentine's day (VD). Yang pacaran siap-siap merayakannya. Yang lagi kasmaran, usaha biar pas ditanggal 14 februari bisa jadian. Bener khan ?
hayoo ngaku ! Trus bagi yang nggak punya pacar ? Bengong ? Jangan !

mending ikutan baca-baca disini aja. yuk kita kulik abis mengenai VD n Idul Adha yang baru aja kita lalui bersama di awal bulan desember kemarin. Lho kok ? apa hubungannya dengan Idul Adha ? Bingung ? jangan...! Yuk kita lanjutin.

INGAT SEJARAH...

Lihat deh pertokoan, lepas dari lebaran, natal, dan tahun baruan, sekarang udah siap-siap lagi untuk 'berpink ria' alias Valentine-an. Katanya sih VD yang berlabel "Hari Kasih Sayang". So, beraneka ragam kartu & pernak-pernik
meramaikan toko. Belum lagi acara-acara yang khusus diadakan untuk merayakan
valentine, di radio, televisi, mal, plaza, tabloit, majalah, de el el.
Bahkan ada sebuah restoran franchise yang menyiapkan pizza berbentuk hati.
Wah ! Tapi kita disini nggak ikut-ikutan lho ! kita khan beda !

Katanya Bung Karno nih, JaS MeRah. Jangan Sekali-kali Melupakan sejarah.
Meski konteks nya beda, bisa juga dipakai buat mengingat-ingat sejarah VD.
biar nggak gampang dicipoain alias dibodohi. Apalagi momen ini sudah begitu
dianggap biasa, padahal ehem, nggak ada yang biasa kalo akidah kita
mencang-mencong alias terkotori. nah, sekarang kita mulai dengan history
nya.

FROM ROMAWI WITH LOVE (???)

Suatu hari Santo Valentino, seorang pendeta kristen, menikahkan sepasang
pemuda-pemudi. Kejadian yang biasa khan ? Tapi efek dari kejadian itu, Santo
Valentino harus merelakan kepalanya dipenggal. Lho kok bisa ? Yap, sebab
Santo Valentino telah melanggar peraturan yang dibuat Claudius II Gotcius.
Sang Emperior melarang pemuda-pemuda berstatus bujangan untuk menikah, sebab
dia menganggap tentara yang masih single jauh lebih berprestasi dibanding
yang sudah beristri. Hal inilah yang tidak disetujui oleh Santo Valentino,
sehingga dia nekat menikahkan sepasang muda-mudi tersebut. Santo Valentino
pun dieksekusi mati di Roma pada tahun 270 M dan dikuburkan ditepi jalan
Flaminia.

Jauh sebelumya, telah ada upacara keagamaan Romawi yang dianggap sebagai
cikal bakal VD. Upacara ini disebut upacara Lupercalia, yakni untuk
menyembah dewa Lupercus (dewa kesuburan, padang rumput dan hewan ternak),
yang juga dihubungkan dengan dewa Faunus sebagai dewa alam semesta dan
pemberian wahyu. Upacara ini biasanya diadakan dibukit Falatine. Upacara ini
dimulai dengan mengorbankan beberapa ekor kambing dan seekor anjing. Lalu
dua pemuda dibawa kesebuah altar. Sebuah pisau berlumuran darah disentuhkan
dikening mereka dan mereka harus tertawa. Setelah itu darah dikening
dibersihkan dengan kain wol yang dicelupkan kedalam susu. Lantas mereka
dibagi dua kelompok dan berlari kearah yang berlawanan mengelilingi bukit
dan tembok Falatine. Mereka mencambuki wanita yang ditemui guna
mengembalikan kesuburan, namun para wanita itu dengan senang hati menerima
cambukan itu.

Baru pada masa Kaisar Constantin (280-337 M) upacara tersebut mendapat
tambahan, yakni pesan-pesan cinta yang disampaikan oleh para gadis dan
diletakkan dalam jambangan kemudian diambil para pemuda. Setelah itu mereka
berpasangan dan berdansa yang diakhiri dengan tidur bersama alias Zinah.
Pada tahun 494 M, dewan gereja yang dipimpin Paus Galasium I mengubah acara
tersebut dengan porofikasi (pembersihan dosa), dan mengubah upacara
Lupercalia yang biasanya tanggal 15 februari menjadi 14 februari dan resmi
ditetapkan sebagaipada tahun 496 M sebagai Valentine's day. Nah !

FROM MEKKAH WITH LOVE (OKE ! )

Berabad-abad sebelumnya telah ada sebuah momen cinta dan kasih sayang yang
jauh, jauuuuuh lebih dahsyat daripada upacara Lupercalia dan 'pengorbanan'
Santo Valentino.

Seorang lelaki yang sudah lanjut usia, begitupula sang istri, sangat
merindukan hadirnya sang anak. Akhirnya ia pun dikaruniai seorang anak
laki-laki. Tidak seperti umumnya anak-anak, anak laki-laki ini adalah anak
yang penyantun, berilmu dan cerdas. Begitu dalam kasih sayang sang ayah
terhadap anaknya, begitupula sang anak terhadap ayahnya.

Suatu hari datang perintah bagi lelaki tua tersebut menyembelih anaknya.
Anak yang disayang, anak yang dinanti kehadirannya, yang kini beranjak
remaja.. Terpancar keshalehan dan kecerdasannya, dan... harus disembelih?!.
Benar-benar perintah yang tak masuk akal. Namun, cintalah yang membuat
lelaki tua itumenjalankan perintah. Cinta pula yang membuat sang anak tak
ragu menyemangati sang ayah menjalankan perintah itu.

Inilah kisah abadi sepanjang jaman dengan tema besar : cinta. Cinta Ibrahim
as dan cinta Ismail as. Cinta apakah yang membuat sang ayah rela
mempersembahkan miliknya yang paling berharga, yang paling disayangi ? Dan
cinta apakah yang membuat sang anak rela mengorbankan dirinya ? The Highest
Love, itu jawabannya. Maksudnya ? baca terus ya...

VALENTINE VS KURBAN

Kisah Santo Valentino (yang sanadnya kurang jelas) dan Nabi Ibrahim as
adalah sebuah kisah cinta, namun kisah cinta yang paradoks. Paradoks dalam
permaknaan cinta. Pada kisah pertama, makna cinta hanya diartikan pada
menyatunya pria dan wanita yang pada akhirnya melenceng pada perbuatan zinah
dan kini rami-ramai dirayakan sebagai hari Valentine's day. Sedangkan pada
kisah kedua, persembahan cinta pada Yang berhak mendapatkan cinta. Dan
inikah cinta tertinggi, the highes love. Bagaimana Nabi Ibrahim as rela
mempersembahkan Nabi Ismail as, dan bagaimana Ismail as tak gentar untuk
dipersembahkan.. Kisah inlah yang menjadi latar belakang turunnya syariat
untuk berkurban pada bulan haji.

So, selain menggalang solidaritas dan saling tolong menolong, berkurban
mengandung makna lain, yakni persembahan cinta. Sikap Nabi Ibrahim as tidak
ada bandingnya dalm sejarah para nabi. Sebuah gambaran kepatuhan sejati
berlandaskan kecintaan kepada Allah. Sehingga Allah menjadikan beliau salah
satu nabi'ulul azmi. Bahkan dalam setiap shalat kita melantun shalawat
kepada beliaudan keluarganya setelah shalawat kepada Rasullullah saw dan
keluarga.

Inilah cinta abadi, cinta kepada Allah. Adakah cinta yang lebih hakiki dari
itu ? Tak ada keraguan sedikitpun dari beliau untuk mempersembahkan cinta
kepada Allah. Beliau pulalah yang mengirim salam dari langit kepada kit
--Umat Rasullulah saw--saat Nabi Muhammad saw mi'raj. Di baitul makamur,
beliau berkata kepada Rasullullah saw, " Sampaikan salamku kepada umatmu".
Dan kabarkan kepada mereka bahwa syurga itu memiliki lembah-lembah, tanahnya
subur, airnya tawar dan udaranya bersih. Tanamannya adalah Subhanallah,
Alhamdulillah, dan Laa Ilaaha Ilallahu Allahu Akbar.

Nah, apkah kita tak mau mengikuti Nabi Ibrahim as (yang telah menyampaikan
salam bagi kita) untuk mempersembahkan cinta tertinggi kepada Allah ??
Jangan sampai hanya atas nama cinta dan tren belaka, kita termasuk orang
yang disebut Rasullullah saw dalam hadistnya : " Sungguh kamu akan mengikuti
sunnah (acara-acara, tradisi, sikap, kebiasaan) orang-orang sebelum kamu
selangkah demi selangkah hingga mereka masuk lubang biawakpun kamu akan
memasukinya. Para sahabat bertanya : Yahudi dan Nasrani ? Rasullullah menjawab : Siapa lagi ?. nggak mau khan ?
By : Dewi Astati

No comments: