Dampak krisis keuangan global benar-benar sangat terasa. Sudah ribuan orang yang jadi korban. Dan gua termasuk dalam golongan orang-orang yang merugi eh... kurang beruntung ini.
Hik's... Hari ini secara resmi gua di PHK. Kayaknya vonis mati untuk gua sudah diputuskan.
Yah, vonis mati dengan cara gak makan. Gua gak tau uang pesangon yang gua kantongin cukup untuk bertahan hidup berapa lama. Gua juga bingung mau ngadu sama siapa. Yang pasti PHK ini bukan cuma masalah gua pribadi. Ada ribuan orang di luar sana yang bernasib sama seperti gua.
Dengan kepala tertunduk gua keluar dari pintu gerbang perusahaan. (ini nunduk bukan sembarang nunduk, tapi lagi mikir). Gimanapun caranya gua harus dapat kerjaan lagi dalam waktu dekat. Mami papi, eh... Mak sama bapak di kampung perlu kiriman, dan adek-adek guapun kabarnya beberapa hari ini kalau ke sekolah nggak pernah ngantongin uang jajan. Tapi gua harus ngelamar ke mana?. Boro-boro ada yang buka lowongan, yang udah ada aja malah mau dikurangin.
Sekarang gua benar-benar bingung, gak tau mesti gimana. Gua gak tau harus nyalahin siapa. Karna menurut gua di sini memang gak ada yang salah. Mau nyalahin perusahaan? Ya nggak mungkin. Daripada kita di suruh kerja tapi perusahaan nggak sanggup bayar? Kan lebih bagus di PHK sekalian, dan gua harus terima dengan ikhlas dan lapang dada, (cia ilah... gaya mu, wooo..ng woong).
Mau nyalahin pemerintah? Itu lebih nggak mungkin lagi. (ehm.. Kali ini gua pro pemerintah ne ceritanya). Terlalu banyak masalah yang harus di pikirkan pemerintah. Namanya juga krisis global, jadi bukan cuma kita yang ngerasain dampaknya. Tapi, sebagian besar negara di dunia juga kalang kabut di serang oleh makhluk jahat yang kita kenal dengan nama krisis global ini.
Capek muter-muter nyari kerjaan, (so pasti nggak dapet). Nyampe di rumah azan maghrib udah kedengaran. Setelah sholat di iringi dengan sedikit do'a, (tampang boleh preman, tapi kalo soal ibadah jangan tanyaa...) gua pergi ke warung depan rumah. Tapi kali ini bukan jajan atau bayar hutang. Gua cuma bilang sama ibu pemilik warung, kalau bulan ini gua belum bisa nebus dosa alias bayar hutang.
Syukur walau pernah berurusan sama polisi, ibu warung masih percaya dan mau ngasih kelonggaran buat gua. Bukannya mau nunda-nunda pembayaran, tapi kalau semua hutang di warung gua lunasin sekarang, berarti untuk besok-besok gua nggak ada pegangan lagi. Dan belum bisa di pasti-in sampai kapan gua bakalan nyandang status sebagai pengangguran. Mengenai masalah gua sama polisi silahkan baca di sini
Sekarang kita cuma bisa berharap, agar pemerintah segera menemukan jalan keluar. Agar krisis ini nggak berlarut-larut menggerogoti bangsa kita. Dan antrian panjang terpidana mati seperti gua pun dapat segera di akhiri. (tumben ramah ne anak.. Biasanya juga ngomel gak karuan). Gua gak tau apakah itu dengan cara membuka lapangan kerja baru, dengan cara eksport-import TKI, dengan cara memberi fasilitas makan gratis bagi para pengangguran, atau dengan 1001 cara lain yang mungkin gua nggak ngerti. Yang pasti...
selamat berjuang untuk pemerintah.
GOOD LUCK!!!
by : edo CIKALASA
Dengan kepala tertunduk gua keluar dari pintu gerbang perusahaan. (ini nunduk bukan sembarang nunduk, tapi lagi mikir). Gimanapun caranya gua harus dapat kerjaan lagi dalam waktu dekat. Mami papi, eh... Mak sama bapak di kampung perlu kiriman, dan adek-adek guapun kabarnya beberapa hari ini kalau ke sekolah nggak pernah ngantongin uang jajan. Tapi gua harus ngelamar ke mana?. Boro-boro ada yang buka lowongan, yang udah ada aja malah mau dikurangin.
Sekarang gua benar-benar bingung, gak tau mesti gimana. Gua gak tau harus nyalahin siapa. Karna menurut gua di sini memang gak ada yang salah. Mau nyalahin perusahaan? Ya nggak mungkin. Daripada kita di suruh kerja tapi perusahaan nggak sanggup bayar? Kan lebih bagus di PHK sekalian, dan gua harus terima dengan ikhlas dan lapang dada, (cia ilah... gaya mu, wooo..ng woong).
Mau nyalahin pemerintah? Itu lebih nggak mungkin lagi. (ehm.. Kali ini gua pro pemerintah ne ceritanya). Terlalu banyak masalah yang harus di pikirkan pemerintah. Namanya juga krisis global, jadi bukan cuma kita yang ngerasain dampaknya. Tapi, sebagian besar negara di dunia juga kalang kabut di serang oleh makhluk jahat yang kita kenal dengan nama krisis global ini.
Capek muter-muter nyari kerjaan, (so pasti nggak dapet). Nyampe di rumah azan maghrib udah kedengaran. Setelah sholat di iringi dengan sedikit do'a, (tampang boleh preman, tapi kalo soal ibadah jangan tanyaa...) gua pergi ke warung depan rumah. Tapi kali ini bukan jajan atau bayar hutang. Gua cuma bilang sama ibu pemilik warung, kalau bulan ini gua belum bisa nebus dosa alias bayar hutang.
Syukur walau pernah berurusan sama polisi, ibu warung masih percaya dan mau ngasih kelonggaran buat gua. Bukannya mau nunda-nunda pembayaran, tapi kalau semua hutang di warung gua lunasin sekarang, berarti untuk besok-besok gua nggak ada pegangan lagi. Dan belum bisa di pasti-in sampai kapan gua bakalan nyandang status sebagai pengangguran. Mengenai masalah gua sama polisi silahkan baca di sini
Sekarang kita cuma bisa berharap, agar pemerintah segera menemukan jalan keluar. Agar krisis ini nggak berlarut-larut menggerogoti bangsa kita. Dan antrian panjang terpidana mati seperti gua pun dapat segera di akhiri. (tumben ramah ne anak.. Biasanya juga ngomel gak karuan). Gua gak tau apakah itu dengan cara membuka lapangan kerja baru, dengan cara eksport-import TKI, dengan cara memberi fasilitas makan gratis bagi para pengangguran, atau dengan 1001 cara lain yang mungkin gua nggak ngerti. Yang pasti...
selamat berjuang untuk pemerintah.
GOOD LUCK!!!
by : edo CIKALASA

2 comments:
Kayaknya bakalan rame ni.. Bang, itu permainannya apa masih ada lagi? Yang ada di sini saya udah punya semua..
Untuk permainan, Anda dapat mengunjungi http://phone-x-press.blogspot.com yang akan kami publikasikan sekitar pertengahan januari depan
Post a Comment